![]() |
Ilustrasi Serangga Tomcat (Pixabay/Hans) |
Serangga Tomcat, yang dikenal dengan nama ilmiah Paederus fiscipes, belakangan ini menjadi perhatian utama masyarakat, terutama di Surabaya. Banyak warga yang mengalami dermatitis akibat serangan serangga ini, yang menyebabkan kulit melepuh, mengeluarkan cairan, dan menimbulkan rasa gatal. Selain upaya pencegahan dan pengobatan luka, ada satu hal menarik yang perlu dibahas, yaitu asal usul nama "tomcat". Mengapa serangga ini dinamakan demikian?
Asal Usul Nama Tomcat
Menurut Aunu Rauf, Guru Besar Ilmu Serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB), serangga Tomcat sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Di beberapa daerah, serangga ini sering disebut sebagai semut kanai atau semut kayap. Aunu menjelaskan bahwa kumbang ini merupakan spesies dari keluarga Paederus fuscipes. "Masyarakat menyebutnya tomcat, mungkin karena bentuknya yang mirip dengan pesawat tempur Tomcat F-14," ungkap Aunu dalam emailnya kepada Kompas.com pada Selasa (20/3/2012).Di luar negeri, nama "tomcat" lebih dikenal sebagai merek produk pengendali populasi hewan pengerat dan lem semut, serta produk pestisida. Dalam bahasa Inggris, kumbang tomcat sering disebut sebagai rove beetle. Kumbang ini termasuk dalam famili Staphylinidae, yang memiliki ribuan genus dan sekitar 46.000 spesies. Spesies Paederus fiscipes adalah salah satu dari sekitar 12 spesies yang tergolong dalam genus Paederus.
Ciri-Ciri Serangga Tomcat
Serangga Tomcat memiliki ciri khas seperti kepala berwarna hitam, dada dan perut berwarna oranye, serta sayap kebiruan. Warna-warna mencolok ini berfungsi sebagai peringatan bagi predator bahwa serangga ini memiliki racun. Ukuran tubuhnya berkisar antara 7 hingga 10 mm. Tomcat biasanya ditemukan di area persawahan, dan pada siang hari, serangga ini terbang di tanaman padi untuk mencari mangsa seperti wereng dan hama padi lainnya.Aunu menjelaskan, "Sebetulnya, kumbang tomcat atau Paederus fuscipes adalah serangga yang bermanfaat bagi petani karena membantu mengendalikan hama-hama padi." Pada malam hari, serangga ini cenderung tertarik pada cahaya lampu, yang menjadi salah satu penyebab masuknya tomcat ke dalam rumah atau apartemen warga di Surabaya. Dermatitis yang dialami oleh warga disebabkan oleh racun paederin yang dihasilkan oleh serangga ini dengan bantuan bakteri. Racun tersebut akan keluar saat serangga merasa terancam atau tertekan.
Pencegahan dan Penanganan Serangan Tomcat
Dalam upaya pencegahan serangan serangga ini, Aunu memberikan beberapa saran kepada masyarakat. Ia mengimbau agar jendela dan pintu ditutup rapat sebelum menyalakan lampu di malam hari. Ventilasi jendela dapat ditutup dengan kain kasa untuk mengurangi kemungkinan tomcat masuk ke dalam rumah. Selain itu, warga juga disarankan untuk tidak memencet serangga jika hinggap di tubuh, melainkan cukup menghalau dengan kertas atau tiupan. Jika terkena racun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci kulit dengan sabun beberapa kali.10 Tips Menghadapi Serangga Tomcat
Untuk membantu masyarakat menghadapi serangga Tomcat, Tjanda memberikan 10 tips yang dapat diikuti:- Hindari Memencet: Jika menemukan serangga ini, jangan memencetnya agar racun tidak mengenai kulit. Masukkan ke dalam plastik dengan hati-hati dan buang di tempat yang aman.
- Lindungi Kulit: Usahakan agar kulit yang terbuka tidak terkena kumbang ini.
- Tutup Pintu dan Jendela: Pastikan pintu tertutup dan gunakan kasa nyamuk pada jendela untuk mencegah kumbang masuk.
- Gunakan Kelambu: Tidur dengan kelambu jika di daerah Anda banyak masalah dengan serangga ini.
- Lindungi Lampu: Jika serangga banyak, pasang jaring pelindung pada lampu untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia.
- Jangan Menggosok Kulit: Hindari menggosok kulit atau mata jika kumbang ini mengenai kulit kita.
- Singkirkan dengan Hati-Hati: Jika kumbang berada di kulit, singkirkan dengan hati-hati menggunakan tiupan atau kertas.
- Inspeksi Sebelum Tidur: Lakukan pemeriksaan pada dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Jika menemukan, segera matikan lampu dan semprotkan racun serangga, lalu singkirkan tanpa menyentuhnya.
- Cuci Kulit Segera: Segera cuci bagian kulit yang bersentuhan dengan serangga ini menggunakan air mengalir dan sabun.
- Bersihkan Lingkungan: Jaga kebersihan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat bagi kumbang Paederus.
Tags:
Scientific Info